Perlu nggak sih Lapor PPh Pasal 25….?

Bulan kemaren pertengahan Oktober saya diminta oleh kepala seksi untuk menggantikan temen saya yang tugas di TPT (tempat pelayanan terpadu) kebetulan dia lagi cuti, entah kenapa koq saya yang ditunjuk padahal saya bukan orang pelayanan…..ehm tanpa banyak komentar dengan nota dinas di tangan saya langsung ke TPT , hari itu jumat 17 Okt 2008 seperti biasa menjelang tanggal 20 biasanya TPT penuh dengan Wajib Pajak yang lapor SPT.

Sudah empat orang Wajib Pajak yang saya terima SPT nya, semua dari mereka lapor PPh Pasal 25 Orang Pribadi dalam hati saya bilang mungkin mereka belum tahu dengan Per Dirjen Pajak No : Per-22/PJ/2008 tanggal 21 Mei 2008 tentang Tata Cara Pembayaran dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 25 Direktur Jenderal Pajak. Tanpa memberikan penjelasan saya terima aja SPT mereka maklum udah lama juga nggak piket di TPT jadi agak “kikuq” begitu juga Wajib Pajak berikutnya yang lapor SPT Masa PPh Pasal 25 tidak sempat saya kasi tau tentang aturan yang baru ini( hanya kata Selamat Pagi dan terima kasih) karena suasana di TPT cukup banyak Wajib Pajak yang lapor.

ok! penasaran tentang Per-22/PJ/2008 tanggal 21 Mei 2008, ini ulasannya ….

PPh pasal 25 harus dibayar paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir, dalam hal tanggal jatuh tempo pembayaran jatuh pada hari libur (hari sabtu atau libur nasional) pembayaran dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya, dengan menggunakan Surat setoran pajak (SSP) atau sarana administrasi lain yang disamakan dengan SSP melalui Bank Persepsi atau Bank Devisa Persepsi atau Kantor Pos dengan sistem pembayaran Online. SSP dianggap sah apabila telah di validasi dengan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN). SSP yang telah di validasi dengan NTPN untuk selanjutnya SPT Masa PPh psl 25 dianggap Telah Disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak sesuai dengan tanggal validasi yang tercantum pada SSP.

Untuk Wajib Pajak dengan jumlah angsuran PPh Pasal 25 Nihil atau angsuran PPh pasal 25 dalam bentuk satuan mata uang selain rupiah atau yamg melakukan pembayaran tidak secara online dan tidak mendapat validasi dengan NTPN tetap harus menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 25 sesuai dengan ketentuan yang berlaku ( kudu lapor ke Kantor Pelayanan Pajak).

Batas akhir pelaporan pajak tanggal 20 bulan berikutnya setelah berakhirnya masa pajak.

Ilustrasi….

Pembayaran PPh Pasal 25 setelah tanggal jatuh tempo tetapi belum melewati batas akhir Pelaporan Pajak, dikenakan sanksi administrasi berupa Bunga (Pasal 9 ayat 2a UU No. 6 Tahun 1983 Jo UU No. 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan)

Pembayaran PPh Pasal 25 setelah tanggal jatuh tempo dan telah melewati batas akhir Pelaporan Pajak, dikenakan sanksi administrasi berupa Bunga (Pasal 9 ayat 2a UU No. 6 Tahun 1983 Jo UU No. 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan) dan Denda (Pasal 7 ayat 1 UU No. 6 Tahun 1983 Jo UU No. 28 Tahun 2007 pasal 5 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan)

So….

Apabila anda sudah membayar PPh Pasal 25 anda secara online dan sudah di validasi dengan NTPN nggak Perlu lagi Lapor Ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) karena udah dianggap lapor ke KPP sesuai tanggal validasinya.

………Semoga bermanfaat ……

Baca juga :

Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP)

Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Segera Laporkan SPT Tahunan Anda

Undang – Undang Perpajakan yang Baru

10 responses to this post.

  1. nanti aku tanyakan ke konsultan pajak kantorku😀

  2. jangan lapor ke saya ya
    gak ngerti apa2
    coba lapor ke konsultan pajak komentator di atas
    sekalian juga lapor ke media tv biar nanti dibikin talk show
    kan seru liatnya😀

  3. Posted by Cahyo on Januari 20, 2009 at 9:40 am

    Pak, kalo sebelum ketetapan itu ada (Mei 2008), harus tetap lapor ke KPP ya walaupun dah setor di bank?

  4. Posted by Ardhie on Januari 21, 2009 at 3:22 am

    @cahyo
    thanks udah mampir ya…
    kalo untuk masa sebelum mei 2008 yang pembayaran dilakukan setelah ada ketentuan itu g perlu lapor ke KPP pak, asal ada validasi NTPN.

  5. Posted by Cahyo on Januari 21, 2009 at 7:44 am

    Pak, maksudnya kalo bayarnya juga sebelum mei 2008, itu tetap lapor nggak ke kpp? apa setoran sebelum mei 2008 sudah pake ntpn juga?

  6. Posted by Ardhie on Januari 22, 2009 at 3:51 am

    @cahyo
    wah udah bayar tp blom lapor, sibuk ya pak🙂
    kalo untuk pembayaran sebelom mei 2008 kuduk lapor dong pak walaupun ada validasi ntpnnya.

  7. Posted by Cahyo on Januari 22, 2009 at 5:50 am

    thanks atas informasinya pak. sibuk iya, kurang peduli juga iya, tapi skr dng diawali sunset saya peduli banget pak🙂

  8. Posted by Ardhie on Januari 23, 2009 at 9:16 am

    @cahyo
    bs tidur nyenyak dong pak 😀

  9. Posted by dodo l on Maret 18, 2009 at 3:26 am

    tq atas infonya
    informasi tentang ini sangat kurang
    ini aj saia baru dikasi tau pas mau lapor
    pdhl uda ampir setaun sejak mei ’08

  10. pagi pak, mau nanya nih, kalo lapor pph psal 25 yang nihil ssp nya aja yang di bawa ke KPP ya pak, maaf ni pak saya soalnya baru pertama kali melaporkan pph psl 25 kantor saya ini karena baru kerja 1 bln, mohon jawabannya terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: