Nilai sebuah Kontrak Kerja…

Beberapa hari yang lalu ketika sedang istirahat di kantin kampus seorang teman curhat ke saya, tentu ini bukan curhat sesuatu yang mesti dirahasiain. Kegundahan yang dia rasakan cukup terlihat dari cara dia menghisap rokok yang dihisap tanpa jeda dengan interval yang tak beraturan. Setelah dia sadar kalo saya sedikit alergi dengan asap rokok barulah ia ‘matiin’ tuh rokok.

Ketika suasana sedikit lebih relax mulailah dia bercerita tentang kerjaannya yang sudah mendekati masa habis kontrak awal Desember nanti , padahal dia lagi semangat – semagatnya dalam bekerja, tentu bukan hal yang mudah untuk menerima kondisi seperti ini. “Gw bener – bener H2C (harap – harap cemas) broo kalo udah kondisi seperti ini, kontrak diperpanjang Alhamdulillah berarti gw masih tetap kerja, kalo nggak diperpanjang berarti gw nggak kerja lagi alias di pe ha ka tanpa pesangon tanpa upeti apapun dari perusahaan” katanya bersemangat. Sementara saya masih menjadi pendengar setia tanpa komentar apapun.

Masih cerita teman saya tentang seorang temannya yang bekerja di perusahaan yang berbeda yang harus menerima kenyataan pahit bahwa kontrak kerjanya tidak diperpanjang lagi oleh perusahaan tempat dia bekerja padahal dia sudah beristri dengan seorang anak yang masih kecil. …..ehm perjalanan hidup emang penuh liku.

Mungkin kita bisa membayangkan bagaimana perasaan istrinya, ketika suaminya bercerita bahwa ia untuk beberapa waktu yang tidak ditentukan mesti di rumah dulu karena kontrak kerjanya tidak diperpanjang lagi oleh perusahaan sampai menunggu lowongan di tempat lain dan mencoba keberuntungan yang baru…..

Ada nggak sih yang dianggkat sebagai pegawai tetap tanpa harus di kontrak terus menerus” Tanya saya “Ada juga sih tapi untuk kondisi saat ini sepertinya sangat sulit” jawab temen saya.

Teman saya nggak terlalu menyalahkan perusahaan tempat dia bekerja yang menerapkan aturan seperti itu karena memang aturan yang ada sekarang lebih berpihak kepada pemberi kerja, “karena gw butuh kerja ya terpaksa harus ikut aturan, gw berharap dewi fortuna berpihak dengan gw. Kontrak kerja gw diperpanjang” begitu harapan teman saya.

O ya teman saya itu bekerja di sebuah perusahaan jepang pada sebuah kawasan industry di Karawang yang kebetulan kuliah di Universitas yang sama dengan saya

Setujukah Anda dengan aturan tentang Tenaga Kerja yang berlaku saat ini ??

You decide……………..????

3 responses to this post.

  1. hidup dijaman yang serba sulit..

  2. Posted by nurul on November 18, 2008 at 9:08 am

    aku dulu peg. kontrak emang ‘g enak jd peg. kontrak. Alhmdllah skr sdh diangkat.

  3. kalo kita habis kontrak dengan perusahaan jangan terlalu ambil pusing apalagi frustasi baca di : http://emanfeunsika.blogspot.com/2008/10/frustasi.html
    justru yang harus kita pikirkan adalah bagaimana kalo kita habis “KONTRAK” dengan Allah SWT ….jangan sampai kita bangkrut di akherat. Kalo bangkrut saat ini temen-temen dapat minta tolong sama Mas Suardi, tapi kalo bangkrut di akhirat mau minta tolong sama siapa ? Mau telepon sama siapa ?
    kuncinya adalah sabar, sabar, dan sabar ……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: