Roti berlapis coklat

*lagu laskar pelangi*

mimpi adalah kunci

untuk kita menaklukkan dunia

berlarilah tanpa lelah

sampai engkau meraihnya

laskar pelangi

takkan terikat waktu

bebaskan mimpimu di angkasa

warnai bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa

walau dunia tak seindah surga

bersyukurlah pada Yang kuasa

cinta kita di dunia

selamanya

=====oOo=======

Itulah beberapa bait lagu laskar pelangi yang di nyanyikan “anak jalanan” yang mangkal di perlintasan rel Kereta Api di Tuparev Karawang.

Mereka mendekati mobil atau angkot yang berhenti ketika pintu kereta ditutup yang menandakan ada kereta yang akan lewat, dengan berbekal “kicrikan dari tutup botol minuman atau beras yang dimasukan botol minuman plastic bekas” mereka beryanyi dengan suara seadanya mengharapakan ada dermawan yang mau memberi sedikit rejeki buat mereka.

…o0o…

Minggu lalu ketika berhenti di perlintasan kereta api seorang anak perempuan datang sembari menyanyikan lagu laskar pelangi, usianya sekitar enam tahunan. Ehm… tampak jelas ada mimpi yang ingin di gapai dari sorot matanya, sebuah kebahagian yang ingin di raih atau rasa akan kasih sayang orang tua. Tapi apa daya kebahagian dia hanya di dapat dari uang receh yang di berikan oleh kita yang kebetulan lewat, dia di peluk oleh hangatnya terik matahari dan di cium oleh debu jalanan. Di manakah orang tua nya….???

Oh…teganya mereka membiarkan anak sekecil itu merajut asa hanya untuk mengisi lambung yang besarnya hanya segengam tangan kita.

Apakah orang tuanya tidak tahu bahwa banyak orang tua di luar sana yang berobat sampai menghabiskan uang jutaan bahkan puluhan juta rupiah hanya untuk mendapatkan seorang anak

Apakah orang tuanya tidak tahu bahwa anak itu adalah investasi terbaik kita dunia, yang senantiasa akan mendo’akan kita kelak apabila kita telah di panggil oleh Allah SWT.

Berhentilah mengeksploitasi anak… berusahalah, percayalah setiap rejeki yang kita bawa pulang untuk anak istri kita di rumah merupakan sedekah yang nanti akan dibalas oleh Pemilik Alam Semesta ini…

Ketika pintu kereta di buka saya raih dua bungkus roti berlapis coklat “mungkin ini lebih baik buatmu gadis kecil” dari pada beberapa keping uang receh atau selembar uang kertas ribuan yang nanti akan kau serahkan ke orang tuamu.

5 responses to this post.

  1. Kasian mereka.. yang seharusnya berada dibangku sekolah dan bermain riang dengan teman-teman, itu disuruh mencari nafkah… subhanallah

  2. kasian sama anak2 kecil yang sudah malang melintang di jalan raya mencari sekeping uang..

  3. wah, cerita mengaharukan Kang..
    jadi inget lagu “anak jalanan” yg pake bahasa Sunda itu…
    *“*
    tapi, saya juga sempet denger ada kampanye ‘jangan ngasih uang ke pengamen/anak jalanan juga” kalo gak salah ya…

  4. mereka lebih baik daripada anggota dewan atau pejabat yang koruptor.

    btw, thx dah mampir

  5. Posted by astriani on Januari 21, 2009 at 2:15 am

    Tulisan Anda bagus, link balik ke http://www.astriani.wordpress.com. Trim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: