Khayalan-ku tentang Pemilu.

KPUDuh… kebiasaan jelek saya kambuh lagi nih, lo koq kebiasan jelek di posting di blog sih apa ‘g malu tuh?. Lantas apa kebiasaan jelek yang saya anggap sebagai bad habit itu ? Ya… saya harus jujur kebiasan jelek saya itu suka berkhayal (dari dulu ampe sekarang belom sembuh juga), tapi berkhayal yang positf lo walo dulu waktu blom merid suka berhayal yang nggak” *halah*.🙂

Buat saya terkadang berkhayal (bermimpi) itu perlu untuk sebuah kemajuan ya minimal untuk membangkitkan kembali motivasi saya yang mulai loyo.

O ya konon katanya sih impian orang – orang untuk mejelajahi ruang angkasa juga dimulai dari berkhayal diawali oleh Daedalus seorang tokoh mitologi Yunani yang dikisahkan pernah membuat sayap untuknya dan putranya Icarus untuk terbang ke angkasa walo akhirnya usahanya itu berakhir tragis lalu pada abad ke 19 Jules Verne pengarang prancis pernah membuat buku De la Terre a La Lune (Dari Bumi ke Bulan).

Walupun khayalan (mimpi) itu baru terwujud pada tahun 1957 ketika Uni Soviet berhasil meluncurkan setelit tanpa awak bernama Sputnik I, Uni Soviet juga berhasil mengirimkan mahluk hidup pertama ke angkasa luar yang tidak lain seekor anjing yang bernama Laika. So tidak ada yang tidak mungkin kan semua itu berawal dari berhayal lo…

Truss apa dong yang jadi objek khayalannya saat ini ?

Pemilu. Ya pemilu, tinggal menghitung hari pesta demokrasi itu akan dilaksanakan di negeri kita tercinta ini, akankah terjadi sebuah pesta demokrasi yang berlangsung sangat demokratis?, dimana seluruh warga Negara yang sudah berhak memberikan suara ikut pesta demokrasi secara antusias, dan semua parpol yang ikut pemilu telah siap menerima kekalahan yang mungkin terjadi setelah proses penghitungan suara berlangsung, serta tidak ada lagi partai yang bisanya cuma obral janji doang tapi benar“ bisa memberikan bukti yang real kepada rakyat.

Mungkin ‘g ya suatu saat nanti kita kalo mo memberikan suara, kita tidak perlu lagi menunggu surat undangan dari panitia PPS melainkan username & password yang telah dikirim secara langsung oleh KPU ke email kita masing” yg merupakan key (kunci) buat kita agar bisa memberikan suara pada saat pemilihan, lantas pada saat hari H tidak ada lagi contreng ataupun coblos bisa dibilang paperless deh.  Begitu kita masuk ke bilik suara kita dihadapkan oleh sebuah layar touchscreen kita tinggal memasukkan username dan password, dengan sedikit memainkan jari kita sampai muncul pertanyaan opsi “apakah anda yakin dengan pilihan anda YA atau TIDAK” setelah kita sentuh “YA” maka secara otomatis username & password kita sudah tidak bisa digunakan lagi. Walo sebelumnya kita diminta berdo’a terlebih dahulu sebelum memilih oleh system.

Tidak cuma itu setiap satu jam kita bisa tau total suara (vote) yang sudah masuk melalui pusat data center Komisi Pemilihan Umum yang bisa kita akses setiap saat sehingga kita tau partai mana yang akan keluar sebagai pemenang. Orang” yang bekerja di pusat data center itu adalah orang” terbaik yang sangat professional dan di akui kejujurannya. Pokok e margin human errornya mendekati angka 0 % deh.

Kalo kondisinya udah seperti ini mungkin ‘g ada kecurangan?? masih adakah parpol yang sibuk mencari kambing hitam atas kekalahannya pada saat pemilu??? Saya rasa tidak ada ….

Tapi, back to the reality (realitasnya), dari setiap proses pemilihan umum terutama Pemilihan kepala daerah (PILKADA) selalu menyisahkan Polemik setelah proses pemilihan selesai belum pernah saya dengar ada pernyataan dari lawan politiknya yang kalah seperti ini “Selamat buat si X anda berhak mendapatkan kemenangan ini” tapi selalu ada perasaan tidak puas dari pihak yang kalah dengan dalil KECURANGAN, tampaknya budaya siap kalah masih jauh dari harapan.

Saya masih bertanya – tanya berapa banyak kertas suara yang akan saya terima pada saat pemilihan tanggal 9 April 2009 ?, berapa lebar kertas suara tersebut karena konon kata temen saya yang ikut simulasi pemilihan umum (karena dia termasuk anggota PPS) untuk membentangkan kertas suaranya aja butuh dua orang *weleh – weleh*, berapa banyak rekapan dan berita acara yang mesti dibuat oleh panitia PPS nya nanti?, Belum lagi human errornya karena penghitungannya masih manual.

Apakah saya perlu berkhayal lagi untuk membayangkan tanggal 09 April nanti ….?? Ogah.. ah

Yang pasti sebagai warga Negara saya berharap PEMILU tanggal 09 April 2009 nanti berlangsung AMAN dan DAMAI

8 responses to this post.

  1. Posted by pimpii on April 3, 2009 at 8:05 am

    Harapan pimpii juga…. Pemilu tidak jadi ajang ‘Pembuat Pilu’

  2. Posted by guskar on April 3, 2009 at 8:21 am

    kalau khayalan saya, indonesia kembali akan menjadi suatu kerajaan bernama nusantara… majunya kerajaan nusantara seperti di inggris atau jepang gitu. Jadi klop tuh dengan objek pajak eh..objek khayalan milik Kang Ardie : voting melalui touchscreen

  3. Khayalannya tingkat tinggi itu bang…
    hehe….
    Tapi khayalannya bagus juga.
    Eh..tapi kalo data center di hack pengacau gimana? Berarti kita harus punya ahli di bidang IT dong…
    hehe…..

  4. wah bermimpilah setinggi tingginya tapi jgn lupa realitas tangga mencapainya

    lam kenal
    sandi
    http://www.sandiarya.blogdetik.com

  5. walo katanya sekarang lebih transparansi, yakin deh, pasti tetep ada kecurangan dalam pemilu…

    udah mengakar😦

  6. Its nice a dream… Kayaknya emang pemilu kudu mulai maju tapi tetep damai. (Lama ga ketemu walo cuma lewat blog…)

  7. Ngayalnya jangan tinggi tinggi Bro, tar kalau jatuh kebangun sakit…… ngapain coba pake kertas pemilu segede koran gitu apa ga bisa dikecilin? habis 3 triliun lebih cuma buat kertas yang akan dibuang….

  8. salam kenal aja, tapi aku juga dah baca postingannya kok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: